4 Negara Makmur Ini Dulunya Miskin Lho!

4 Negara Makmur Ini Dulunya Miskin Lho!

Seringkali kita merasa iri melihat kehidupan orang-orang di negara-negara makmur seperti Qatar dan Dubai.

Tapi, siapa sangka kalau negara-negara terkaya itu dulu juga pernah terpuruk?

Lantas, apa yang mengubah keadaan ekonomi negara-negara itu?


PrimaPlastindo.co.id, JAKARTA—Wajar jika kita tergiur melihat kehidupan warga Dubai. Mereka pakai mobil Ferrari hanya untuk pergi ke supermarket. Sebagian orang mungkin pikir, ‘mereka sudah kaya dari sananya’.

Tapi, siapa sangka bahwa ada negara-negara kaya yang tadinya merupakan negara sangat miskin.

4 Negara Kaya yang Awalnya Miskin

  1. Qatar

Yang pertama adalah Qatar, salah satu raja minyak dunia.

Siapa sangka kalau dulu, Qatar tidak lebih dari sebuah kawasan kumuh dan miskin. Pekerjaan sehari-hari penduduknya hanya sebagai nelayan.

Awalnya, ekonomi Qatar difokuskan pada perikanan dan mutiara. Namun, industri mutiara jatuh setelah munculnya mutiara yang dibudidayakan dari Jepang pada tahun 1920-an dan 1930-an.

Hingga akhirnya, pada tahun 1940-an, ditemukan minyak bumi dan kandungan LNG (gas alam cair) terbesar di dunia, setelah Rusia dan Iran.

Bagai menemukan harta karun di rumah sendiri, hal itulah yang mengubah Qatar seperti sekarang.

Kekayaan yang diperoleh membuat hampir semua sektor kehidupan seperti pendidikan, transportasi dan lain-lain digratiskan oleh pemerintah. Bahkan istilah pajak pun tidak ada di sana selain biaya asuransi pribadi oleh negara.

      2. Korsel 

Dulu, Korsel bahkan tak lebih kaya dari Zimbabwe, sektor industrinya hanya berasal dari pertanian, belum lagi dampak penjajahan Jepang yang luar biasa.

Namun bagaimana yang Anda lihat sekarang?

Ya, negeri ginseng itu sudah jadi kiblat teknologi serta trend anak muda melalui Korean wavenya.

Pemerintah Korsel mengalokasikan 20% dana untuk sektor pendidikan demi mempersiapkan generasi muda untuk mengubah nasib bangsa.

Selain itu, pemerintah Korsel memfokuskan diri pada export oriented, di mana mereka menggenjot produksi untuk dikirim ke luar negeri.

Maka tidak heran Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja.

Ekonomi Korea Selatan juga ditopang oleh beberapa konglomerat besar seperti Samsung, POSCO, Hyundai, KB Financial Group, LG Electronics, LG Chem dan lainnya.

Dengan segala kesuksesan industrinya, tidak heran Korsel menjadi salah satu dari “Empat Macan Asia”

      3. Singapura

Ya, sejak hengkangnya Inggris dari wilayah tersebut, hampir 70 persen rakyat di sana mengalami kemiskinan. Bahkan sempat terbesit di pikiran para elit untuk bergabung dengan Malaysia.

Namun, Singapura berjuang melawan keterpurukan yang ada. Petinggi waktu itu, Lee Kuan Yew, mewajibkan asuransi kepada seluruh warganya, tujuannya agar semua bisa merasa sejahtera.

Selain itu dirinya juga mengobral zona investasi bebas pajak bagi perusahaan asing, sehingga membuat devisa di sana mengalir deras.

Alhasil jadilah Singapura seperti saat ini, salah satu negara yang bertahta di perekonomian dunia.

Ekonomi Singapura termasuk di antara sepuluh negara paling terbuka, kompetitif, dan inovatif di dunia.

Dianggap sebagai negara paling ramah bisnis di dunia, ratusan ribu ekspatriat asing bekerja di Singapura di berbagai perusahaan multinasional.

Singapura juga memiliki salah satu pelabuhan tersibuk di dunia dan merupakan pusat pertukaran mata uang asing terbesar keempat di dunia setelah London, New York dan Tokyo.

      4. China

Negara keempat yang dulu sempat diremehkan adalah China.

Cina sering dianggap sebagai negara yang tidak mungkin maju oleh negara barat, lantaran mata pencaharian penduduknya yang hanya petani, serta jumlah rakyatnya yang luar biasa banyak.

Bahkan kala itu, Rusia yang memiliki ideologi sama dengan Cina, menawarkan bantuan alat industri untuk negaranya.

Namun, di bawah kepemimpinan Mao Zedong, China bertekad mengerjakan semua sendiri. Meskipun sulit dan butuh modal besar di awal untuk membuat fasilitas sendiri, justri kini Cina menjadi negara yang mandiri dan berkembang pesat.

Jumlah warganya yang luar biasa banyak berbalik menjadi senjata yang membuat negeri ini merajai industri dunia. Meski di sisi lain, tidak sedikit juga masalah kesejahteraan buruh pabrik yang jadi taruhannya.

Pemerintah juga memfokuskan diri dalam perdagangan asing sebagai kendaraan utama untuk pertumbuhan ekonomi, untuk itu mereka mendirikan lebih dari 2000 Kawasan Ekonomi Khusus di mana hukum investasi direnggangkan untuk menarik modal asing.

Nah, itu dia negara-negara terkaya dunia, yang pada awalnya punya kondisi ekonomi yang terpuruk. Bagaimana menurut Anda? Dari keempat negara tadi, mana yang perubahannya paling drastis?



Whatsapp kami
1
Butuh Info?
Halo!
Butuh informasi harga biji plastik apa anda hari ini?