The Fed Agresif Naikkan Suku Bunga?

The Fed Agresif Naikkan Suku Bunga?

Awal November ini, The Fed kembali menaikkan suku bunganya, lagi.

Kenapa The Fed begitu agresif menaikkan suku bunganya sejak awal 2022?

Bukannya ini akan memperparah Resesi Global?


PrimaPlastindo.co.id, JAKARTAβ€”Awal November ini, The Fed menaikkan suku bunganya sebesar 75 basis poin, menjadi 3,74-4%, naik lagi, setelah terus menerus dinaikkan dengan agresif sejak awal 2022 ini.

Padahal kalau suku bunga naik terus, pertumbuhan ekonomi dan industri kan pasti akan terhambat dan berkontraksi, bukankah ini akan kontraproduktif dengan upaya pemulihan ekonomi dunia? bukankah langkah ini malah akan lebih memperparah resesi global?

Sebenarnya kalau dilihat dalam skala yang lebih luas, langkah The Fed ini kelihatanya tujuannya adalah untuk mengendalikan laju inflasi yang melesat naik sejak awal tahun ini.

Tingkat inflasi di berbagai negara bahkan sudah sampai 2 digit, dan sudah ada negara-negara yang dilanda hiperinflasi, karena tingkat inflasinya yang meroket tidak terkendali.

Memang Indonesia bisa dibilang cukup aman, dengan tingkat inflasi kita yang masih single digit, dan juga ditopang arus ekspor yang kuat.

Apa sebenarnya hubungannya menaikkan suku bunga dengan inflasi?

Sebenarnya, cara tercepat untuk menurunkan inflasi adalah dengan membawa perekonomian memasuki resesi. loh kok bisa?

Karena saat terjadi resesi, banyak masyarakat akan menahan pengeluaran mereka dan mengurangi belanja, sehingga memang ekonomi akan melambat, tapi tidak hanya ekonomi, laju inflasi pun melambat jadinya. Tingkat inflasi menjadi turun.

Memang resesi bukan solusi permanen untuk mengendalikan laju inflasi, karena kalau dibiarkan berkepanjangan bisa berkembang jadi depresi dan efeknya malah jadi lebih parah.

Tapi kontraksi ekonomi sementara yang terjadi selama resesi itu akan berdampak lebih baik daripada membiarkan laju inflasi menggila atau membiarkan Stagflasi terjadi. Resesi yang terjadi ini bisa bertindak sebagai β€˜rem’ untuk inflasi supaya tidak ngegas ugal-ugalan.

Nanti di akhir resesi, saat inflasi akhirnya menurun, kebijakan moneter dapat lebih dilonggarkan perlahan untuk memacu lagi pertumbuhan perekonomian.

The Fed pun memang berencana mengurangi agresivitas mereka ke depannya, apabila grafik inflasi global sudah lebih melandai.

Tapi memang, efek dari langkah ini akan cukup pahit untuk beberapa negara yang sudah masuk dalam Resesi, seperti Inggris contohnya yang diperkirakan akan mengalami resesi hingga 2024, tapi pil pahit ini kelihatannya memang perlu supaya situasi bisa lebih baik kedepannya.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, berapa lama The Fed akan bersikap agresif menaikkan suku bunga mereka? Berapa lama resesi global akan terjadi?



Whatsapp kami
1
Butuh Info?
Halo!
Butuh informasi harga biji plastik apa anda hari ini?