Krisis Energi Global Untungkan Indonesia?

Krisis Energi Global Untungkan Indonesia?

Krisis Energi Global saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini semakin diperparah oleh ketegangan antara Rusia-Ukraina.

Bagaimana kondisi energi dunia saat ini?
Apakah energi di Indonesia masih aman?


PrimaPlastindo.co.id, JAKARTAβ€”Fatih Birol, Direktur eksekutif Badan Energi Internasional, atau IEA mengatakan bahwa dunia saat ini berada di tengah-tengah krisis energi global pertama yang sesungguhnya!

Pasar gas alam sangat ketat, dan akan memburuk tahun depan karena permintaan yang semakin meningkat selama musim dingin, terutama di Eropa dan mungkin di China.

Diperkirakan kondisi pasokan akan semakin memburuk pada tahun 2023, dengan hanya 20 juta ton kapasitas pencairan baru yang dijadwalkan untuk beroperasi pada tahun depan.

Di samping itu, karena imbas dari konflik antara Rusia dan Ukraina, Eropa sedang berjuang untuk menggantikan gas pipa Rusia ke LNG.

Selain lebih mahal dari gas pipa, kurangnya infrastruktur untuk mengimpor LNG ke Eropa mengakibatkan keterlambatan pengiriman.

Sebanyak 60 kapal tanker LNG telah berubah menjadi penyimpanan terapung di lepas pantai Eropa karena tidak ada cukup kapasitas regasifikasi di benua itu untuk membongkar muatan.

Beberapa kapal tanker juga akan tertunda untuk kembali ke Pantai Teluk guna mengisi ulang muatan dan mendorong persediaan gas lebih tinggi.

Apakah Indonesia lolos dari ancaman krisis energi?

Analisis Energi dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), Putra Adhiguna, mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki cadangan gas yang bisa bertahan sampai beberapa dekade.

Meski begitu, Indonesia harus berhati-hati dalam mendorong penggunaan gas besar-besaran dengan β€˜harga semu’.

Selain itu, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, menilai bahwa ancaman krisis energi global malah bisa menjadi peluang bagi Indonesia.

Sebab, Indonesia memiliki sumber energi yang beragam. Mulai dari energi fosil hingga energi baru terbarukan (EBT).

Feby menyebut sejumlah negara mulai berlomba untuk berinvestasi di Indonesia dengan tujuan mengisi kebutuhan energi di negaranya. Namun, Feby mengingatkan agar upaya transisi energi ini jangan sampai melupakan kebutuhan energi dalam negeri.

Kebutuhan energi dalam negeri maupun kebutuhan untuk ekspor nantinya perlu diseimbangkan. Perlu ada formula yang membuat Indonesia bisa memanfaatkan EBT sekaligus bisa menjadikannya sebagai devisa.

Jadi nampaknya, saat ini Indonesia masih aman dari krisis energi. Tapi, pemerintah tetap perlu berhati-hati.

Nah, bagaimana menurut Sobat Prima Plastindo, Apakah Indonesia akan raup untung dari krisis energi global? Atau Apakah kedepannya Krisis Energi Global ini juga malah akan melanda Indonesia?



Whatsapp kami
1
Butuh Info?
Halo!
Butuh informasi harga biji plastik apa anda hari ini?