Migrasi Mobil Listrik, Infrastrukturnya Sudah Siap?

Migrasi Mobil Listrik, Infrastrukturnya Sudah Siap?

Awal September 2022 masyarakat Indonesia dibuat pusing karena Pemerintah memangkas subsidi BBM. Tahu-tahu Presiden malah mengeluarkan instruksi migrasi mobil listrik untuk kendaraan pemerintah yang anggaran belanjanya bisa melewati puluhan triliun.

Apa sebenarnya tujuan pemerintah dengan migrasi ke kendaraan bertenaga listrik?

Apakah memang infrastruktur di Indonesia sudah siap dengan electric vehicle?


PrimaPlastindo.co.id, JAKARTA—Apa sebenarnya target yang ingin dicapai pemerintah dengan penggantian seluruh kendaraan dinas pejabat dengan electric vehicle?

Tapi sebelumnya, apa yang mendasari keputusan Presiden ini?

Bisa jadi, dasarnya adalah kelanjutan dari pemangkasan subsidi BBM yang dilakukan pemerintah karena anggaran negara yang sudah membludak.

Konsumsi BBM gila-gilaan dari kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, bukan hanya memengaruhi anggaran negara, itu juga menghasilkan problem kemacetan dan polusi udara serta emisi karbon yang memperparah situasi perubahan iklim.

Jadi, target pemerintah pastinya adalah ingin mengurangi konsumsi BBM yang sangat polutif dan dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia.

Selain itu, tujuan pemerintah adalah untuk mengatasi kemacetan akibat penggunaan kendaraan pribadi yang unitnya terus bertambah.
Tapi apa hubungannya dengan mengganti hampir 200.000 kendaraan pejabat pemerintah dengan electric vehicle?

Bukannya mengurangi anggaran, penggantian unit kendaraan dinas pejabat pemerintahan di seluruh Indonesia malah menambah anggaran belanja negara dengan 200.000 unit dikali 300-700 jutaan harganya per unit. Sudah pasti lebih dari puluhan triliun rupiah yang keluar.

Indonesia sebenarnya bisa belajar dari Singapura yang lagi diambek Elon Musk, Bos Tesla!

Singapura, menentang keras ‘gaya hidup’ yang ditawarkan Elon Musk sebagai solusi dari masalah perubahan iklim. Singapura memilih fokus pada sistem transportasi umum yang andal, nyaman dan cepat.

Pemerintah-nya menetapkan pajak kendaraan yang tinggi, sehingga masyarakat akan berpikir ulang untuk punya kendaraan pribadi.

Jadi beberapa problem sekaligus berhasil diatasi: problem kemacetan, lahan parkir minim, mengurangi emisi karbon kendaraan bermotor, sekaligus memangkas konsumsi BBM.

Apakah cara ini juga akan diadaptasi di Indonesia?

Memang bukan hal yang mudah juga untuk menyediakan fasilitas transportasi umum konsep metropolitan yang merata di seluruh Indonesia. 

Namun sejauh ini, orkestrasi KRL (1,2 juta penumpang per hari), MRT (16 ribu) dan bus Transjakarta (60 ribu) meski jauh dari maksimal sudah berhasil membuktikan mereka bisa diandalkan dalam melayani transportasi massal di Jakarta. 

Lantas, apakah layanan transportasi massal ini bisa mendapat aliran dana yang tadinya untuk subsidi BBM?

Jadi jelas, proyek migrasi mobil listrik pada seluruh kendaraan pejabat pemerintah bukanlah solusi permasalahan yang ada sekarang!

Selain itu, sebelum migrasi ke mobil listrik besar-besaran. Memangnya, Indonesia sudah siap infrastruktur untuk energi listrik?

Memaksakan pemakaian mobil listrik tanpa memastikan lebih dulu kesediaan sumber listrik dari energi terbarukan malah bisa membuat anggaran negara sama-sama membludak.

Biaya pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang menurut Kementrian ESDM sampai Juli tahun ini baru mencapai 332 unit charging station dan 369 unit battery swap dari 60 ribu unit yang dicita-citakan.

Persoalan lain adalah sumber daya listriknya. Sejauh ini dari lebih dari 60 ribu pembangkit listrik di Indonesia lebih dari 62%-nya bersumber batubara, sementara 7% di antaranya malah diesel.

Masih bikin polusi!

Jadi nampaknya proyek ganti mobil listrik ini juga tidak langsung menyelesaikan permasalahan BBM yang polutif dan membludaknya kendaraan pribadi. Jika begitu, kenapa mobil listrik dipilih?

Sebenarnya bukan hanya Indonesia. Sebagian besar negara di dunia meyakini electric vehicle adalah masa depan transportasi dunia yang ramah lingkungan, efisien dan andal.

Namun nyatanya, masih banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum dilakukannya migrasi besar-besaran ke kendaraan listrik.



Whatsapp kami
1
Butuh Info?
Halo!
Butuh informasi harga biji plastik apa anda hari ini?