OPEC Potong Produksi Minyak! AS Murka?

OPEC Potong Produksi Minyak! AS Murka?

OPEC, di bawah kepemimpinan Arab Saudi, memotong produksi minyak mentah kolektifnya sebesar dua juta barel per hari (bph) hingga Desember 2023 meski ditentang keras oleh AS

Apakah dampak pemotongan produksi tersebut berbahaya bagi dunia?

Mengapa AS sangat menentang pemotongan ini?


PrimaPlastindo.co.id, JAKARTA—Ada 3 hal yang bisa menjadi dampak pemotongan produksi minyak mentah OPEC dengan angka yang signifikan ini.

Apa dampak pemotongan produksi minyak OPEC+?

  1. Lonjakan harga energi dan inflasi global 

Pemotongan produksi minyak mentah akan menambah dorongan lonjakan harga energi dalam inflasi global yang telah mendorong kenaikan suku bunga di seluruh dunia yang menghambat pertumbuhan ekonomi.

      2. Perang nuklir global 

Pendapatan Rusia akan meningkat signifikan sebagai pengekspor utama minyak mentah dan gas, yang akan mendanai konflik ketegangan Ukraina untuk berlanjut lebih lama, meningkatkan potensi eskalasi menjadi perang nuklir global dan menelan lebih banyak nyawa.

      3. Ancaman keamanan dunia 
Ancaman keamanan dunia yang dipimpin Rusia dan China akan membuat kinerja Presiden AS Joe Biden yang sedang menjabat terlihat buruk.

Apakah dampaknya akan serius?

Masalah ini memang sangat serius terutama bagi AS, karena dua hal – dua faktor – yang sebenarnya sudah diketahui oleh Arab Saudi juga sebagai kepala dari OPEC.

Dua faktor yang membuat AS Murka

Pertama, AS marah akan pemotongan produksi ini adalah karena program jangka panjang untuk melepaskan satu juta barel per hari minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS – guna menurunkan harga minyak dengan tujuan meredam penurunan tekanan inflasi di seluruh wilayah Barat, dijadwalkan akan berakhir bulan ini.

Kedua, larangan Uni Eropa (UE) terhadap impor minyak mentah Rusia melalui jalur laut dijadwalkan baru akan mulai berlaku pada 5 Desember, sementara kelompok negara-negara industri besar G7 juga sedang menentukan mekanisme pembatasan harga pada ekspor energi Rusia.

Selain tahu bahwa pengurangan pasokan minyak mentah yang sangat besar secara historis ini akan berpengaruh pada harga minyak global, Arab Saudi juga sepenuhnya sadar dengan konsekuensi politik dari pemotongan tersebut untuk AS, untuk Eropa, dan untuk Rusia.

AS dan tentunya Joe biden marah dengan ulah Saudi dan OPEC ini, karena memang ada hubungan yang sangat jelas antara harga minyak dan gas, ekonomi AS, dengan peluang terpilihnya kembali Joe Biden sebagai presiden AS.

Para tokoh paling senior di pemerintah Saudi, termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman, juga tahu persis apa arti pemotongan ini dan berlanjutnya harga energi yang tinggi bagi Presiden Joe Biden dalam pemilihan jangka menengahnya.

Setiap kenaikan US$10 per barel harga minyak mentah, harga BBM di Amerika Serikat juga akan naik 20-30 sen per galon. Dan untuk setiap satu sen kenaikan harga rata-rata bensinnya, Amerika Serikat akan kehilangan lebih dari 1 Miliar Dolar per tahun dari tingkat konsumsi masyarakatnya – Bagaimana AS tidak meradang saat tahu Arab Saudi meloloskan keputusan pemangkasan produksi minyak mereka, apalagi AS saat ini sudah dekat sekali dengan jurang Resesi.

Apa yang dilakukan Arab Saudi juga dianggap AS membantu Presiden Rusia Vladimir Putin secara tidak langsung dalam memperpanjangan konflik ketegangan di Ukraina.



Whatsapp kami
1
Butuh Info?
Halo!
Butuh informasi harga biji plastik apa anda hari ini?