Kalau Indonesia Kena Resesi? Apa Jadinya?

Kalau Indonesia Kena Resesi? Apa Jadinya?

Gelapnya badai resesi ekonomi sudah menghantui banyak negara di tahun 2023.

Kalau sampai Indonesia juga kena resesi, akan seperti apa situasinya?


PrimaPlastindo.co.id, JAKARTAβ€”Banyak ahli dan ekonom yakin bahwa tahun depan akan terjadi resesi ekonomi global.

Dampaknya akan sangat besar bagi banyak negara di dunia.

Kalau melihat dari laporan perkembangan ekonomi global saat ini, krisis dan konflik yang terjadi, jurang resesi memang tampak semakin nyata!

Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga sudah menyatakan bahaya dari resesi global tersebut.

Indonesia sendiri saat ini memang diperkirakan masih cukup kuat dan siap menghadapi hal ini, didukung oleh nilai ekspor yang kuat dan tingkat inflasi yang cukup terkendali.

Tapi mungkinkah Indonesia akan ikut jatuh dalam jurang resesi tahun depan?

Bisa jadi. Meskipun ekspor Indonesia saat ini masih kuat, saat resesi global terjadi, pasar dan permintaan akan lesu, angka ekspor pun bisa merosot tajam.

Padahal ekspor sendiri berkontribusi sebesar 23% dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 ini, merosotnya sektor ekspor akan memangkas PDB Indonesia.

Apa akibat dari merosotnya sektor ekspor?

Beban berat akan ditanggung oleh para eksportir dan industri manufaktur di Indonesia.

Permintaan yang sepi akan membuat pendapatan perusahaan ikutan turun dan fokus penjualan hanya kepada pasar dalam negeri saja, padahal ada biaya operasional yang harus terus berjalan, seperti biaya listrik, gedung dan gaji karyawan.

Biasanya untuk mengurangi beban selama beberapa waktu, tingkat produksi akan dipangkas mengikuti tingkat permintaan lokal.

Jika permintaan tidak naik-naik juga, pemangkasan biaya operasional akhirnya bisa merembet juga ke pemotongan gaji, dan yang lebih buruk lagi, PHK.

Ini yang parah, karena kalau sudah banyak perusahaan dan industri yang melakukan PHK, tingkat pengangguran akan meningkat, pendapatan masyarakat akan berkurang, dan alhasil pengeluaran akan sangat dibatasi pada bahan dan kebutuhan pokok saja – sehingga pada akhirnya, permintaan pasar lokal akan ikutan jeblok.

Masalahnya akan tambah rumit jika ada utang yang belum terbayar dan segera akan jatuh tempo – baik di masyarakat maupun pada perusahaan – sehingga mau tidak mau solusi β€˜gali lubang tutup lubang’ lah yang akan diambil.

Belum lagi jika bank sentral mengambil keputusan untuk menaikkan suku bunga pinjaman demi menekan inflasi, beban bunga utang akan jadi semakin besar!

Bayangkan, banyak orang dan perusahaan akan minim atau bahkan tidak punya pemasukan, sementara beban utang terus membesar dan menekan.

Siapa yang akan terdampak cukup kuat?

Menurut Piter Abdullah, Direktur Eksekutif dari Center of Reform on Economics (CORE), berkaca dari tahun 2020, dampaknya akan besar sekali pada kalangan menengah ke bawah.

Banyaknya perusahaan yang tutup dan PHK Massal di kala resesi akan membuat tingkat kemiskinan akan meningkat, melonjak naik – butuh manuver kebijakan moneter yang sangat baik dan hati-hati sekali untuk bisa keluar dari cengkeraman resesi bila sudah seperti ini.



Whatsapp kami
1
Butuh Info?
Halo!
Butuh informasi harga biji plastik apa anda hari ini?