Indonesia Beli Minyak Diskon Rusia? Untung atau Rugi?

Indonesia Beli Minyak Diskon Rusia? Untung atau Rugi?

Harga minyak dunia masih melambung tinggi, tapi Rusia malah berani menawarkan pasokan minyak buminya dengan potongan harga yang cukup besar.

Apakah Indonesia akan menyambut pasokan minyak dengan harga miring ini?
Apa saja resikonya kalau Indonesia beli pasokan minyak Rusia ini?


PrimaPlasindo.co.id, JAKARTA—Harga BBM di berbagai negara sudah naik cukup signifikan sejak harga minyak dunia melambung tinggi, termasuk di Indonesia, meskipun kenaikan cukup teredam oleh subsidi pemerintah.

Tapi melihat harga minyak terus bertengger di level yang tinggi, anggaran subsidi BBM di Indonesia mulai tertekan, terlihat dari lonjakan harga BBM non-subsidi yang cukup besar selisihnya dengan yang subsidi.

Di tengah tingginya harga minyak dunia Brent dan WTI, minyak dari Rusia, yaitu Urals, dibanderol dengan harga yang cukup miring.

Harga Minyak Rusia 

Berdasarkan data Trading Economics, pada akhir Agustus 2022, harga minyak mentah Urals ditawarkan pada level 80 Dolar per barel, sedangkan Brent masih ditawarkan di level 100 Dolar per barel – minyak Rusia dijual lebih murah sekitar 20%an dari minyak Brent dan WTI.

Ini jelas tawaran yang menggiurkan bagi sejumlah negara, terutama di wilayah Asia, dimana India dan China sudah lebih dulu membeli minyak dari Rusia, untuk menekan kenaikan harga BBM dalam negeri mereka.

Bagi Indonesia juga, kalau beda harganya sampai 20% seperti itu, jelas sedikit banyak dapat membantu meringankan beban subsidi BBM dalam negeri.

Tapi kenapa Indonesia tidak segera gerak cepat membeli minyak Rusia berharga miring ini?

Apa resiko yang Indonesia perlu waspadai kalau memutuskan untuk membeli minyak mentah Rusia?

Keputusan untuk membeli minyak Rusia dapat membuat Indonesia menuai kritik dari negara-negara G7, yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis, yang juga merupakan mitra dagang dari Indonesia.

Tidak hanya kritik sebenarnya yang ditakutkan, tapi juga penolakan produk ekspor asal Indonesia ke negara-negara tersebut, yang dapat berujung pada pelemahan ekonomi nasional, dan mempersulit pencarian pasar baru.

Keputusan tersebut dapat membuat Indonesia dianggap merapat ke Rusia dan mengingkari Resolusi Majelis Umum PBB, dimana Indonesia sudah setuju bahwa Rusia melanggar kedaulatan Ukraina.

Di sisi lain, jika Indonesia setuju untuk membeli minyak Rusia ini, keputusan ini akan disambut baik oleh negara-negara anggota BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan – 5 negara yang perekonomiannya sedang bertumbuh pesat.

Resiko lain yang perlu dihadapi Indonesia adalah bagaimana Obligasi global Pertamina yang diterbitkan semuanya dalam denominasi Dolar Amerika Serikat – jadi banyak yang khawatir bahwa pembelian minyak ke Rusia ini dapat membuat adanya embargo dari pemerintah Amerika Serikat – membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia jadi timpang dan terhambat

Jadi Indonesia perlu pertimbangkan resiko geopolitik dan ekonomi yang mengiringi hasil dari keputusan pembelian minyak Rusia ini.
Memang keuntungan dari membeli minyak Rusia ini sendiri untuk Indonesia bisa dibilang cukup menggiurkan, karena kualitas minyak mentah Urals Rusia ini amat baik, dan harganya juga bersaing, apalagi kalau pembeliannya langsung ke Rusia tanpa perantara negara ketiga, ini dapat berpotensi menstabilkan harga BBM dalam negeri dan juga stabilitas pemerintah Indonesia.



Whatsapp kami
1
Butuh Info?
Halo!
Butuh informasi harga biji plastik apa anda hari ini?